News

Temuan Baru ‘Cat Tembok Matahari’ Mungkinkan Anda Hasilkan Listrik Sendiri di Rumah

[Foto: Shutterstock]
Menyalakan listrik di rumah menggunakan energi bersih menjadi lebih mudah, berkat semakin banyaknya teknologi dan solusi inovatif yang ditawarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Amerika Serikat, beberapa program pemerintah membantu pemilik rumah dengan penghasilan terbatas untuk melengkapi tempat tinggal mereka dengan panel surya penghasil energi.

Beberapa perusahaan teknologi seperti Tesla yang dipimpin Elon Musk telah mengembangkan genteng yang perperan ganda sebagai panel surya, sebagai sumber energi bagi rumah tanpa merusak estetika. Kini, inovasi baru datang dari Australia siap membuat produksi energi bersih di rumah menjadi lebih menarik.

Ilmuwan telah mengembangkan cat matahari—solar paint—yang bisa menyerap uap air dan memgurainya untuk menghasilkan hidrogen—sumber energi paling bersih.

Cat matahari ini mengandung senyawa yang baru-baru ini dikembangkan, yang bertindak seperti silika gel. Silika gel adalah bahan dimasukkan dalam sachet untuk menyerap kelembaban dan menyimpan makanan, sepatu, tas, obat-obatan dan elektronik, dan menjaganya tetap segar dan kering.

Namun berbeda dengan gel silika, senyawa baru tersebut—yang disebut molibdenum sintetis-sulfida—juga bertindak sebagai semikonduktor dan mampu mengkatalisis pemecahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen.

Baca Juga:  Ini Dia 2 Cara Mudah untuk Menonaktifkan Kolom Komentar Pada Instagram

Peneliti utama yang bekerja dengan tim, Dr Torben Daeneke dari  Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) di Melbourne, Australia, mengatakan, “Kami menemukan bahwa mencampur senyawa dengan partikel titanium oksida akan menghasilkan cat yang menyerap sinar matahari yang menghasilkan bahan bakar hidrogen dari energi matahari dan udara lembab.”


“Titanium oksida sendiri adalah pigmen putih yang sudah biasa digunakan pada cat dinding, artinya penambahan bahan baru sederhana bisa mengubah dinding bata menjadi sumber energi yang siap dipanen, dan juga sumber bahan bakar,” kata Dr Daeneke. “Penemuan baru kami memiliki berbagai keunggulan. Anda tidak perlu air bersih untuk mengairi sistem. Tempat-tempat yang memiliki uap air di udara, bahkan daerah terpencil yang jauh dari air, bisa menghasilkan bahan bakar.”

Untuk melihat cat yang inovatif tersebut, Anda bisa menonton videonya di tautan ini.

Rekannya, Profesor Kourosh Kalantar-zadeh, mengatakan bahwa hidrogen adalah sumber energi terbersih dan dapat digunakan di sel bahan bakar serta mesin pembakaran konvensional sebagai alternatif bahan bakar fosil.

Baca Juga:  Usaha-Usaha Instagram Berantas Cyberbullying

“Sistem ini juga bisa digunakan di iklim yang sangat kering tapi panas di dekat lautan. Air laut diuapkan oleh sinar matahari yang panas dan uapnya kemudian bisa diserap untuk menghasilkan bahan bakar,” katanya. “Ini adalah konsep yang luar biasa, yang memungkinkan kita untuk menghasilkan bahan bakar dari sengatan sinar matahari dan uap air di udara.”

Meskipun cat tersebut diperkirakan belum akan dipasarkan secara komersial dalam lima tahun ke depan, Daeneke mengatakan kepada bahwa produk akhirnya akan cukup murah untuk diproduksi. Dia juga mengklaim bahwa cat tersebut akan efektif di berbagai iklim, mulai dari lingkungan yang lembab hingga yang panas dan kering di dekat sungai, danau, atau laut. “Setiap tempat yang memiliki uap air di udara, bahkan daerah terpencil yang jauh dari air, dapat menghasilkan bahan bakar,” katanya.

Ketika produk cat yang inovatif ini akhirnya masuk ke pasar komersil, ia akan bergabung dengan daftar teknologi inovatif yang terus berkembang yang membuat manusia melupakan bahan bakar fosil dan menuju masa depan dengan sumber energi bersih dan terbarukan.

Baca Juga:  Sarahah, Aplikasi Pesan “Kontroversial” yang Sedang Viral di Dunia Maya