Tips & Guide

Terlalu Sering Pakai Smartphone, Hati-hati Kena ‘Text Neck’!

bahaya-menatap-layar-smartphone-via-wikimedia
[Ilustrasi: wikimedia.org]
Berapa banyak waktu yang kita lewati tanpa melekatkan pandangan ke layar smartphone kita? Cobalah pergi ke restoran. Kalaupun Anda menemukan sekelompok teman atau keluarga makan di meja yang sama, mereka lebih sering menatap dan memainkan smartphone ketimbang mengobrol atau berinteraksi satu sama lain. Pada zaman sekarang ini, kemanapun Anda pergi, Anda akan melihat orang-orang asyik menunduk menatap layar smartphone mereka.

Jika Anda agak merasa bersalah ketika menghabiskan waktu terlalu banyak memainkan smartphone, mungkin Anda juga perlu tahu bahwa ternyata terlalu sering menunduk menatap layar perangkat genggam dapat membahayakan kesehatan dan bahkan mengubah bentuk tulang belakang.

Menurut sebuah riset, para pengguna smartphone rata-rata menghabiskan dua hingga empat jam sehari menunduk menatap layar smartphone mereka. Artinya, “Setiap orang menghabiskan 700 hingga 1.400 jam pertahun membebani tulang belakang dan leher mereka.”

Sindrom yang dikenal dengan sebutan text neck tersebut telah menjadi penyebab utama sakit leher yang sering dialami generasi milenial. Gejala ini telah menarik banyak peneliti dan pakar kesehatan, termasuk Dr. Kenneth K. Hansraj, kepala divisi bedah tulang belakang di New York Spine Surgery & Rehabilitation Medicine. Ia melakukan studi terhadap pengaruh memainkan smartphone terhadap kesehatan tulang belakang, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal  Surgical Technology International.

Menatap layar smartphone terlalu lama bisa membahayakan [Foto: TheGuardian.com]
Menatap layar smartphone terlalu lama bisa membahayakan [Foto: TheGuardian.com]
Menurut studi tersebut, terlalu lama menatap layar smartphone akan menyebabkan cedera dan nyeri tulang belakang, postur yang memburuk, yang kemungkinan hanya bisa diatasi dengan bedah koreksi.

Bagaimana Smartphone Membahayakan Tulang Belakang

Dalam studinya, Dr. Hansraj mengemukakan bahwa terlalu lama berkirim pesan, mengirim dan memeriksa e-mail, dan membuka situs media sosial bisa membahayakan tulang belakang kita. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah kepala kita yang selalu menunduk ketika melihat layar smartphone.

Dr. Hansraj menerangkan, rata-rata berat kepala manusia adalah 5,4 kilogram, dan berat tersebut bisa ditangani dengan baik oleh tubuh dalam keadaan punggung tegak dengan bahu rileks. Namun ketika kita menunduk dan leher condong ke depan, berat tersebut beralih ke tulang belakang kita. Semakin menunduk posisi kepala, maka beban yang harus ditanggung tulang belakang semakin berat. Bayangkan jika tulang belakang harus menanggung beban seperti itu dalam waktu yang lama!

Makin menunduk kepala kita, tekanan yang harus ditanggung tulang belakang dan otot punggung akan makin besar. Sebagai ilustrasi, umumnya orang menunduk menatap layar smartphone dengan kepala dan leher membentuk sudut 60 derajat.  Hal itu berarti memberi beban kepada tulang belakang seberat 27 kilogram! Jadi setiap kali Anda menatap layar smartphone, tekanannya sama seperti membopong anak kecil berusia tujuh tahun di bahu Anda. Bagi banyak orang, hal tersebut berlangsung beberapa jam setiap harinya.

Seperti dikemukakan Sammy Margo, peneliti di Chartered Society of Physiotherapy di Inggris, “Orang menjalani hidup dengan (mengirim) pesan, mereka terbuat dan tak menyadari bahwa mereka butuh istirahat (dari mengirim pesan). Hal tersebut bisa menyebabkan sakit kepala, sakit lengan, dan mati rasa,” katanya.

Menurut Margo, posisi tegak adalah posisi paling ideal untuk menopang seluruh berat tubuh seseorang. Namun ketika mereka menunduk, semua struktur tubuh ikut berubah. Hidup dengan postur menunduk tersebut telah menjadi gaya hidup, dan tanpa disadari menimbulkan konsekuensi yang serius.

Beban di leher dan tulang belakang tersebut bisa mengarah kepada kondisi yang lebih serius, seperti syaraf terjepit, terbentuknya tonjolan pada tulang, hingga sakit kepala karena tegang.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tentu saja dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak terlalu lama menunduk menatap layar smartphone. Kalaupun perlu bekerja cukup lama dengan smartphone, pastikan Anda menegakkan punggung dan merilekskan leher satu atau dua menit sekali untuk mencegah resiko di atas. Bisa juga dengan mengangkat smartphone lebih tinggi ketika menggunakannya, sehingga kepala tak perlu menunduk.

Tentu saja, ada banyak cara dan latihan sederhana yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk melawan efek negatif smartphone terhadap kesehatan syaraf dan tulang belakang. Cara-cara tersebut akan kami bahas di artikel terpisah.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID