News

Tersangka Di Balik Peretasan “Celebgate” Akhirnya Dipenjarakan

[Gambar: Clipset | clipset.net]
Ryan Collins (36) asal Lancaster adalah seorang pria asal Pennsylvania yang dihukum 18 bulan di penjara karena membajak akun email Google dan Apple lebih dari 100 orang, termasuk selebriti. Ia bahkan mendapatkan akses ke video dan foto-foto syur dari para korban.

Departemen Kehakiman atau Department of Justice (DOJ) telah melakukan penyelidikan atas kebocoran foto-foto syur banyak selebriti perempuan di internet pada bulan September 2014 yang dulu sempat booming dan dikenal dengan nama “Celebgate”. Untungnya, kini sang tersangka Ryan Collins telah ditangkap dan mendapat hukuman.

Sayangnya, DOJ tak  menemukan bukti yang kuat yang dapat membuktikan bahwa Collins-lah yang sebenarnya membocorkan, membagi, dan bahkan mengunggah konten­-konten pribadi para selebritis tersebut ke ranah publik.

Antara bulan November 2012 sampai dengan awal bulan September 2014, Collins sibuk mengirim e-mail kepada semua korbannya lewat akun Apple dan Google. Ia meminta para korban ini untuk memberikan username dan password mereka. Dengan demikian, Collins akhirnya dengan mudah memperoleh akses ke akun email dan mendapat informasi pribadi, termasuk foto dan video syur.

DOJ mengatakan bahwa Collins melakukannya dengan menggunakan program software untuk mengunduh seluruh isi Apple iCloud backup dari para korban. Beberapa korban pun tertipu dan memberikan video syur mereka untuk kontes modeling bohongan yang direkayasa Collins pada waktu itu.

Kasus Collins ini pasalnya mirip dengan kasus  Edward Majerczyk dulu. Collins mengakses 50 akun iCloud dan 72 akun Gmail, sebagian besar adalah milik selebriti perempuan. Sedangkan Majerczyk mengakses 300 akun Apel iCloud dan Gmail account, dan 30 akun adalah milik selebriti.

Pria berusia 28 tahun asal Chicago dan Orland Park, Illinois ini mengakui bahwa antara tanggal 23 November 2013 hingga bulan Agustus 2014, ia memperoleh username dan password para korbannya melalui skema phishing. Ia mengakui kesalahannya dalam satu kesepakatan di pengadilan negeri AS di Los Angeles pada bulan Juli silam.

DOJ mengatakan pada saat itu bahwa Majerczyk mempunyai akses ke informasi pribadi termasuk foto dan video sensitif dan pribadi dari korbannya. Namun, Majerczyk hanya dikenakan denda atas akses ilegal ke account email dan bukannya denda atas kebocoran dari foto-foto syur tersebut.

DOJ mengumumkan bahwa tersagka mengakui kesalahannya pada bulan Juli silam. Namun sampai detik ini pihak DOJ masih belum membuat pernyataan pasti yang mengesankan bahwa Majerczyk dan Collins bekerja sama.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID