News

Tiongkok Masih Juga Memblokir Permainan Pokémon Go

[Foto: yahoo.com]
Tahun lalu, kehadiran Pokémon Go membuat orang-orang di seluruh dunia terjangkit demam Pokémon Go. Meskipun sangat populer, permainan keluaran Niantic ini masih belum diluncurkan secara resmi di Tiongkok, negara dengan populasi terbesar di dunia. Hal ini disebabkan karena Pokémon Go masih dianggap “berbahaya” oleh pemerintah lokal.

Langkah Badan Regulator Pers, Publikasi, Radio, Film, dan Televisi untuk mengevaluasi resiko pada permainan ini dipicu oleh rasa “tanggung jawab tinggi terhadap keamanan nasional serta keamanan properti dan hidup warga.” Mengingat pihak regulator membawa-bawa “keamanan nasional” di dalam alasannya, sepertinya pemerintah memang tidak ingin orang-orang mendatangi wilayah-wilayah terlarang hanya demi mencari Pokémon. Hal ini masuk akal mengingat sebelumnya sudah sering terjadi kasus di mana orang-orang memasuki lahan pribadi hanya untuk bermain Pokémon Go.


Setelah dilakukan evaluasi, disimpulkan bahwa resiko yang terkandung pada permainan ini di antara lain adalah “ancaman terhadap keamanan informasi geografis, ancaman terhadap transportasi dan keamanan pengguna.” Sebelumnya memang sudah sering terjadi kasus-kasus yang ‘disebabkan’ oleh Pokémon Go, mulai dari dirampok sampai kecelakaan lalu lintas. Di samping itu, patut dicatat bahwa Pokémon Go sangat bergantung pada layanan Google Maps—yang diblokir di Tiongkok—dalam aplikasinya.

Baca Juga:  Instagram Stories Kelak Akan Diselipi Oleh Iklan Berbayar

Rupanya, bukan hanya Pokémon Go saja yang terjegal pemblokiran di Tiongkok. Beberapa developer lokal juga kabarnya telah mengembangkan permainan serupa yang menggunakan layanan GPS dan augmented reality dalam gameplay-nya. Meningkatnya permainan yang memiliki potensi berbahaya ini juga merupakan salah satu alasan mengapa pihak regulator melakukan evaluasi terhadap permainan semacam ini.

Bagi yang belum tahu, Pokémon Go merupakan sebuah permainan berbasis augmented reality yang mendorong penggunanya untuk berburu dan menangkap pocket monster atau Pokémon. Dalam permainan ini, penggunanya tidak bisa diam saja dan memang benar-benar harus keluar dan mecari Pokémon tersebut. Biasanya, tempat-tempat publik atau monumen penting ‘dihuni’ oleh Pokémon yang langka.