Tips & Guide

Tips Jadi Founder untuk Para Introvert

[Foto: pixabay.com]
Dunia bisnis terlihat seperti dunianya para ekstrover. Hal itu mungkin tidak terlepas dari profil para founder dengan segenap kharisma dan kemampuannya untuk berjejaring, menjalin relasi dengan customer, bernegosiasi dengan klien, hingga menjadi leader untuk timnya serta menjalin engagement dengan mereka. Tak lupa, kemampuan untuk mempersuasi juga sangat dibutuhkan oleh seorang founder.

Bagi seorang introver, ada banyak hal yang sepertinya terlihat menakutkan atau bahkan tidak mungkin untuk dilakukan. Mungkin hal-hal itu yang pada akhirnya membuat sebagian orang berpendapat bahwa seorang founder pastilah mereka yang berkepribadian ekstrover. Sementara, bagi orang intover, mereka harus cukup puas dengan posisi sebagai non-founder karena keterbatasannya melakukan hal-hal yang cenderung sulit untuk dilakukannya.

Tetapi, apakah berbagai anggapan ini sepenuhnya benar? Tentu saja tidak.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang founder, baik dia seorang ekstrover maupun introver. Memang beberapa tugas founder menuntut seseorang untuk melakukan berbagai hal yang barangkali sedikit sulit dilakukan oleh para introver, namun bukan berarti tidak mungkin.

Baca Juga:  Cara Reset dan Install Ulang Aplikasi Windows Camera di PC Windows 10

Memilih bisnis yang sesuai

Bagi seorang introver, menjadi seorang founder memang menjadi tantangan tersendiri. Sebagai seorang founder, mereka harus dituntut untuk memiliki kapasitas-kapasitas tertentu. Mereka harus pandai menguasai diri, membentuk tim, hingga memenangkan hati klien. Tentunya setiap orang memang memiliki berbagai kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Namun, jika dimanfaatkan dengan tepat, hal-hal yang dianggap kekurangan justru akan menjadi keuntungan yang tidak disangka-sangka.


Hal pertama yang harus dilakukan seorang introver untuk menjadi founder adalah menentukan bisnis yang benar-benar sesuai. Pemilihan bisnis ini harus didasari dengan berbagai pertimbangan yang matang. Sebenarnya, proses ini tidak hanya berlaku jika founder berkepribadian introver. Seorang ekstover pun dituntut harus bijak dalam menentukan bisnis apa yang akan ditekuni. Jadi, bisa dikatakan proses ini masih berlaku secara universal.

Seorang founder dengan tipe introver harus memilih bisnis yang sesuai dengan apa yang ia suka dan ia kuasai. Pertama ia harus mengenali berbagai kelebihan yang ada di dalam dirinya. Kemudian, ia harus membuat pemetaan apa saja risiko yang mungkin dialami serta hal-hal yang kurang.

Baca Juga:  Waduh, Google Diam-Diam Rekam Ucapan Penggunanya?

Seorang calon founder umumnya dituntut untuk berinteraksi dengan banyak orang atau minimal berkonsultasi dengan mereka yang dianggap ahli. Namun, jika mereka tidak bisa melakukannya dengan luwes, mereka bisa menggunakan berbagai tools sebagai gantinya. Misalnya saja mereka bisa mengenali dirinya sendiri dengan berbagai template model pengenalan diri sendiri yang ada di internet. Mereka juga bisa memulai dengan hal-hal yang kecil dulu agar risiko yang diambil tidak terlalu besar.

Memilih partner yang sesuai serta menciptakan environment yang ideal

Bagi seorang founder yang tidak bisa coding, wajib baginya untuk mencari partner atau co-founder yang bisa melakukan coding. Hal ini juga berlaku bagi founder introver. Jika ia merasa tidak mampu untuk melakukan berbagai hal seperti misalnya bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, mempersuasi orang lain, maupun melakukan presentasi yang memukau di muka umum, maka tugasnya adalah mencari orang lain yang bisa melakukan hal-hal tersebut.

Pada dasarnya seorang introver adalah kombinasi dari kelebihan dan kekurangan. Begitu pula seorang ekstrover. Jadi, meskipun banyak kekurangan yang mungkin dimiliki oleh orang dengan berbagai kepribadian, satu sama lain akan saling melengkapi.

Baca Juga:  Cegah Karyawan Pindah Haluan, Google Siap Dirikan Inkubator Startup

Selain memilih partner, founder introver bisa juga membuat environment dalam startupnya yang sesuai dengan apa yang membuat ia nyaman. Misalnya membiasakan tim untuk berinteraksi secara online. Cara-cara ini bisa membuat tekanan-tekanan dalam diri introver berkurang ketika menjalankan pekerjaannya.

Belajar untuk tidak nyaman

Terlepas dari semua hal yang sebenarnya bisa saja dilakukan oleh seorang founder dengan tipe kepribadian introver, sebenarnya satu hal yang harus dilakukan adalah belajar apa yang seharusnya dikuasai oleh founder. Sebagai seorang founder, ia juga harus berusaha untuk memiliki berbagai kemampuan yang mumpuni untuk berinteraksi dan mempersuasi orang lain.

Belajarlah untuk tidak nyaman di tengah keramaian atau bergumul dengan banyak orang. Dengan cara-cara itu, berbagai kelemahan yang dimiliki oleh seorang introver tidak lagi menjadi hambatan untuk ia mendirikan bisnis dan menjadi founder dari bisnis tersebut.