Tips & Guide

Tips Marketing Usaha Kuliner di Instagram

[Foto: Freddie Marriage | unsplash.com]
Di era digital ini, fotografi kuliner di Instagram merupakan metode yang sangat sering digunakan oleh restoran atau usaha-usaha kuliner untuk menunjukkan produk yang mereka tawarkan pada konsumen. Dengan adanya hashtag (tagar) dan geotags (tag lokasi), konsumen bisa dengan mudah melihat produk yang dihidangkan, review dari konsumen lain terhadap produk tersebut, dan mungkin saja menu-menu spesial yang ditawarkan restoran atau usaha kuliner tersebut. Tentu saja, memasarkan produk Anda melalui Instagram tidaklah mudah. Dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa tips dalam pemasaran bisnis kuliner di Instagram.

1. Posting foto setiap hari
Pastikan Anda posting foto pada saat peak hours—misalnya pada saat jam makan siang. Bisa saja ada konsumen yang sedang kebingungan mencari tempat makan, lalu tertarik untuk membeli makan di café Anda karena tergiur dengan postingan Anda. Tapi ingat, jangan terlalu sering juga postingnya. Membanjiri follower Anda dengan banyak postingan dalam satu hari juga tidak bijak, lho. 1-2 foto juga sebenarnya sudah cukup untuk satu hari.

2. Berikan foto yang berkualitas
Pastikan Anda selalu memberikan foto dengan kualitas yang oke punya. Konsistensi dalam kualitas dan penggunaan filter pada foto sangatlah penting karena itu bisa membuat follower Anda semakin betah. Selain itu, Anda bisa menarik banyak follower baru jika feed Instagram Anda sedap dipandang.

3. Ikuti tren visual yang sedang populer
Amati tren foto Instagram yang sedang digemari oleh orang-orang. Mulai dari minimalist, flatlays, candy minimal, dan masih banyak lagi. Pastikan saja tren visual yang akan Anda ikuti sesuai dengan imej brand Anda. Untuk food photography, saya pribadi merekomendasikan flatlays, yaitu memotret makanan yang Anda sajikan dari atas. Pemotretan seperti ini bisa menampilkan sajian yang Anda tawarkan secara menyeluruh.

4. Ceritakan sebuah kisah dengan foto Anda
Percaya atau tidak, orang-orang sebenarnya tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi di dapur restoran Anda. Berikan kesempatan bagi konsumen untuk mengintip proses pembuatan atau ‘berkenalan’ dengan staf-staf Anda.

5. Libatkan konsumen Anda
Merepost postingan konsumen Anda yang menggunakan hashtag yang berhubungan dengan brand Anda atau memention brand Anda merupakan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan konsumen dan berbagi pengalaman saat mengkonsumsi produk Anda. Remember, online review does matter. So, make a good use of it.

6. Gunakan Hashtag
Buatlah hashtag yang memorable dan identik dengan produk Anda. Dengan begitu, orang-orang akan lebih mudah jika ingin mencari produk Anda maupun review konsumen lain yang telah mencobanya. Kalaupun Anda belum memiliki hashtag sendiri, gunakan saja hashtag yang umum digunakan untuk foto-foto kuliner seperti #foodstagram atau #foodporn.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID