News

Topeng Hillary Clinton dan Donald Trump Tersedia di Live Broadcast Periscope

[Foto: Wikimedia.org]
[Foto: Wikimedia.org]
Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada Selasa, 8 November 2016 mendatang, Periscope meluncurkan filter topeng wajah kedua calon presiden, yakni Hillary Clinton dan Donald Trump, pada aplikasi livestreaming-nya. Para pecinta selfie bisa menggunakan topeng kedua politisi tersebut ketika mereka menggunakan fitur selfie mode pada broadcast atau siaran Periscope.

Dengan animasi topeng selfie augmented reality (AR) tersebut, pengguna bisa berbicara seolah melalui mulut Clinton atau Trump. Caranya, Anda harus melakukan siaran dengan selfie mode dengan aplikasi iOS yang telah diperbaharui. Anda akan melihat pilihan topeng tersebut di bagian bawah layar. Hanya dengan menyentuh salah satu topeng, maka topeng tersebut akan secara otomatis menutupi wajah Anda. Jika ingin memakai wajah Clinton dan Trump dalam satu video, ajak saja teman Anda maka Anda bisa memilih keduanya.

Topeng Clinton dan Trump ini berbeda dengan grafik yang ada pada Snapchat, yang menjadi pionir filter AR. Kedua topeng tersebut menggunakan foto asli kedua capres. Hasilnya, kedua topeng jadi terlihat seperti boneka ventriloquist yang mulutnya bisa terbuka dan tertutup. Agak seram sih, memang.

Menurut lapioran Digital Trends, fitur topeng tersebut sudah digunakan lebih dari 30 juta kali, termasuk oleh para capres itu sendiri.

“Filter ini dibuat sebagai satu cara yang menghibur untuk berinteraksi dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemilihan umum, dan mengingatkan semua orang untuk menggunakan hak suara mereka,” kata CEO Kayvon Beykpour kepada Techcrunch. “Keduanya (fitur tersebut) lucu dan masuk akal untuk diluncurkan pada saat ini.”

Menariknya, fitur topeng capres ini diluncurkan hanya beberapa saat setelah Facebook Live yang juga memiliki topeng selfie. Tampaknya kedua platform ini sedang bersaing untuk mendapatkan perhatian Netizen yang ingin melakukan siaran langsung.

“Video yang disiarkan langsung telah menjadi pilihan penting bagi siapa saja, termasuk para calon presiden, untuk berbagi pandangan mengenai isu-isu penting dan mengundang siapa saja untuk menjadi bagian dari percakapan,” tulis Periscope dalam sebuah pernyataan.  Namun, banyak juga orang yang perlu “mencari aman” atau menghindari subjektivitas ketika berbagi pikiran dan berdebat, sehingga mereka bisa “bersembunyi” di balik topeng wajah virtual orang lain.

Menurut laporan Techcrunch, openg selfie bisa membuat pengguna lebih nyaman dalam melakukan siaran melalui Periscope, karena mereka bisa menyembunyikan wajah. Rasa malu adalah faktor utama yang menghalangi seseorang untuk berbicara di depan kamera, dan karena itulah Snapchat telah membuat fitur topeng AR sebagai flagship pada aplikasi mereka. Fitur yang sama juga dibuat oleh Facebook Live.

Kali ini Periscope tak mau ketinggalan. Platform siaran langsung milik Twitter ini keluar dari zona nyaman dengan merambah teritori yang lebih kasual dan santai, yang diharapkan bisa menarik lebih banyak Netizen muda. Selama ini, platform tersebut lebih sering dipakai untuk jurnalisme warga yang cenderung serius, atau tanya jawab bersama ahli. Jika Periscope menambah lebih banyak lagi topeng virtual, atau meluncurkan filter-filter dan efek populer lainnya, platform tersebut kemungkinan bisa menarik lebih banyak orang untuk melakukan broadcast, walaupun mereka tengah mengalami bad hair day.

Sejauh mana Periscope bisa mengejar, itulah yang harus dijawab. Saat ini, Snapchat dan Facebook telah mengakuisisi startup pembuat topeng selfie dan merekrut insinyur-insinyur augmented reality untuk menambah kualitas fitur mereka. Namun Periscope, yang perusahaan induknya tengah mengalami kesulitan keuangan, mungkin tak akan mampu membuat hal yang setara. Namun yang penting, fitur topeng selfie pertama Periscope ini menunjukkan niat mereka untuk mengadopsi AR untuk bisa bersaing dengan para kompetitornya.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID