News

Turunkan Berat Badan 12% dengan Sedot Makanan Langsung dari Perut

[Ilustrasi: interestingengineering.com]
Baru-baru ini, sebuah peralatan medis berupa pompa yang ditanamkan langsung ke dalam perut untuk membantu menurunkan berat badan telah disetujui oleh FDA (U.S. Food and Drug Administration) -red: lembaga sejenis BPPOM di Indonesia.

Alat yang disebut AspireAssist ini dirancang dan diproduksi oleh perusahaan teknologi medis, Aspire. Mereka merancang pompa ini untuk membantu orang-orang yang mengalami obesitas untuk menurunkan berat badan mereka. Setelah sukses melewati serangkaian uji coba klinis, Aspire kini mulai mendistribusikan perangkat tersebut untuk digunakan oleh ribuan pasien.

Perangkat tersebut berfungsi dengan cara memompa makanan yang ada di lambung ke dalam sebuah kantong khusus yang akan mengurangi sepertiga kandungan makanan. Dengan begitu, secara otomatis asupan kalori pada pasien akan semakin kecil dan akhirnya menyebabkan penurunan berat badan.

Sebelum digunakan, sebuah tabung kecil harus ditanamkan ke dalam perut pasien dengan melakukan prosedur operasi kecil yang diklaim hanya menghabiskan waktu 15 menit saja. Prosedur operasi ringan ini memungkinkan pasiennya untuk langsung pulang ke rumah beberapa jam setelah pengoperasian.

Setelah pasien makan, makanan akan menuju ke perut di mana makanan disimpan untuk sementara dan pencernaan dimulai. Selama satu jam pertama proses pencernaan dimulai, lambung kemudian akan memulai proses pencernaan, dan memecah makanan menjadi komponen-komponen yang kemudian akan dicerna oleh usus. Namun, perangkat AspireAssist ini akan  memotong proses pencernaan makanan sebelum mencapai proses penyerapan. Setelahnya, perangkat ini memungkinkan pasien untuk mengeluarkan sebagian cairan yang ada pada perut melalui tabung dan secara efektif memotong sepertiga asupan kalorinya.

Proses pengurasan lambung ini dilakukan sekitar 20 sampai 30 menit setelah pasien selesai makan dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 10 menit saja. Perangkat ini dirancang untuk digunakan di dalam toilet, di mana makanan dapat langsung dikuras ke dalam kloset.

Beberapa kritikus mengatakan bahwa perangkat ini merupakan bentuk lain dari Bulimia. Tapi, para pendukung perangkat ini membela bahwa perangkat ini sangat membantu dalam memberikan penurunan berat badan yang cukup signifikan. Hal ini juga telah terbukti secara klinis melalui uji coba yang dilakukan pada lebih dari 100 orang. Dalam pernyataannya, FDA juga mengatakan bahwa perangkat tersebut “efektif dalam membantu memberikan kontrol yang efektif terhadap penyerapan kalori, yang merupakan prinsip utama dalam terapi untuk menjaga berat badan.”

FDA telah memeriksa hasil uji klinis terhadap alat ini. Hasil uji klinis tersebut menyatakan jika pengguna alat ini berat badannya turun 12,1% setelah satu tahun. Persentase penurunan berat badan ini jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang makanannya diatur selama 1 tahun dalam percobaan yang sama.

Tentu saja, alat ini tidak dapat sembarangan digunakan. FDA menjelaskan bahwa perangkat ini tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki eating disorder atau kelainan dalam cara makan, dan hanya ditujukan bagi orang-orang yang menderita obesitas dan tidak bisa menurunkan berat badan melalui cara tradisional.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID