News

Twitter Memecat 300 Pegawainya

[Gambar: dailygenius | dailygenius.com]

Twitter dikabarkan tengah memecat 300 pegawainya, jumlah ini setara dengan 8 persen dari seluruh jumlah tenaga kerjanya. Hal ini merupakan pemulihan dari gagalnya akuisisi dari beberapa peminat beberapa waktu silam. Bloomberg melaporkan pada hari Senin bahwa Twitter tengah berupaya membuat perusahaannya tampak lebih menarik bagi investor dalam persiapannya untuk laporan laba kali ketiga akhir pekan ini.

Perusahaan yang menyediakan layanan media sosial ini kabarnya berencana untuk merilis laporannya Kamis sore tapi terpaksa dijadwal ulang untuk pada hari sebelumnya atas permintaan analis. Perusahaan Internet lainnya melaporkan laba kuartalan mereka Kamis malam. “Twitter adalah sebuah perusahaan yang ditantang sebelum masuk ke dalam permainan ini oleh peminat akuisisi,” kata Tim Mulligan, analis senior di Midia Research. “Sekarang perusahaan yang ditantang ini gagal untuk menjual dirinya sendiri,” katanya kepada E-Commerce Times.

Twitter memang telah menempuh banyak cara untuk menarik pengguna baru. Namun Mulligan menganggap hal itu hanya membuang biaya untuk mencari cara baru untuk bergerak maju. Nyatanya, Twitter memecat 300 pekerja pada bulan Oktober dan kini pendirinya Jack Dorsey telah kembalinya sebagai kepala eksekutif perusahaan.

Dorsey tengah berusaha mencari cara untuk menghasilkan uang dari Twitter dengan cara menaikkan keterlibatan pengguna melalui pengembangan streaming video langsung dan bahkan simulcasting Thursday Night Football di situsnya. Dengan demikian, diharapkan upaya tersebut dapat memberikan perusahaan lebih banyak cara untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Dorsey bahkan sempat mengeluarkan sebuah memo kepada karyawannya untuk mempromosikan Twitter sebagai “jaringan berita rakyat” guna mengirimkan berita dan informasi. “Twitter dapat menjadi breaking news feed di dunia jika dapat menemukan cara untuk mendeteksi tweets signifikan dan juga mencari cara untuk menguangkan berita dengan layanan berita dunia,” kata Paul Teich, analis utama di Tirias Penelitian Times E-Commerce.

Namun, terlepas dari upaya-upaya tersebut, saham Twitter tetap saja anjlok dalam beberapa pekan terakhir, setelah tiga perusahaan besar, termasuk Salesforce, Disney dan Google mundur dari rencana mereka untuk membuat penawaran akuisisi. Salesforce adalah penawar yang paling serius. Namun sayangnya, ada tekanan yang cukup besar dari para pemegang saham sendiri untuk tidak melakukan penawaran seperti yang telah direncanakan.

Kini, saham Twitter turun hampir 4,3 persen yaitu US $ 17,26 pada hari Selasa. Kini, hanya tinggal Softbank yang masih memiliki minat pada Twitter. Softbank sendiri telah melalui banyak transaksi tahun ini, salah satunya adalah akuisisi perusahaan pembuatan semikonduktor ARM pada bulan Juli silam, dengan nilai $ 32 milyar.

 

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID