News

Ubah Tentaranya Jadi Manusia Super, Militer Rusia Kembangkan Eksoskeleton

[Foto: RT]
Selama ini kita mengira menggunakan robot untuk berperang dan memberantas kejahatan hanyalah bagian dari film sci-fi. Sebut saja Robocop, Terminator, hingga yang terbaru, Iron Man, yang hingga saat ini belum ada satupun yang terwujud. Namun bukan berarti para petinggi militer di seluruh dunia belum memikirkan kemungkinannya.

Anda pasti pernah menonton banyak film fiksi ilmiah atau memainkan permainan video yang menunjukkan medan perang futuristik, yang selalu dipenuhi tentara yang memakai baju besi berteknologi tinggi dan segala macam gadget super canggih. Kini, Rusia tengah mencoba untuk membuat medan perang fiktif tersebut menjadi kenyataan, dengan menggunakan teknologi eksoskeleton terbaru yang dibuat untuk memberi tentara keunggulan super atas musuh mereka.

Tentara Rusia selalu disegani oleh masyarakat dan militer dunia. Mereka selalu dipandang sebagai pasukan yang sangat kompeten di bidangnya. Baru-baru ini, para insinyur Rusia telah  bekerja untuk membuat tampilan militernya semakin menakutkan. Senjata baru yang mereka rancang nampak futuristik, namun implikasinya sangat nyata. Eksoskeleton tersebut dibuat ringan, ramping, menakutkan, dan memiliki potensi untuk menjadi bagian dari masa depan pertarungan di darat. Lihat video ini untuk tampilan jelasnya.

Baca Juga:  Berkenalan dengan Gita, Si Robot Kargo Canggih Buatan Piaggio

Pakaian khusus tersebut, yang dikembangkan oleh Central Research Institute for Precision Machine Building milik Rusia, pada dasarnya mengubah pemakainya menjadi tentara super. Pakaian tersebut dilengkapi dengan pelat baja tahan peluru serta helm yang mencakup layar kepala digital, dan eksoskeleton bertenaga tinggi yang memberi pemakainya semacam kekuatan super. Pemakainya akan bisa mengangkat beban jauh lebih berat dibandingkan dalam kondisi normal tanpa pakaian super.


Mungkin tentara setengah robot ini terlihat persis seperti karakter dalam Call of Duty terbaru, atau mungkin pengendara motor ultra-hardcore. Namun mereka dimaksudkan untuk menjadi pasukan elit sekaligus mesin pembunuh yang sangat efektif. Walaupun masih dalam tahap konsep, Rusia dikabarkan ingin mulai memproduksinya dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun mereka belum menjelaskan secara terperinci fungsi dari eksoskeleton tersebut, pakaian perang bertenaga besar tersebut akan membantu pemakainya membawa beban berat dalam pertempuran, menanggung sebagian beban untuk meringankan beban para tentara.

Eksoskeleton tersebut juga memberikan beberapa perlindungan balistik dari peluru dan pecahan peluru. Rusia telah menampilkan display head-up, yang disatukan dengan helm. Tidak jelas apakah ini akan menjadi komponen digital di dalam helm. Namun unit ini belum siap untuk diproduksi, walaupun prototipnya terlihat sangat menarik.

Baca Juga:  Agen Asuransi Swiss Anggap Supir Uber Sebagai Karyawan Tetap, Bukan Pekerja Lepas

Patut diakui, organisasi ini telah mengubah cara kita memandang unit infanteri tentara. Peperangan modern dengan kecepatan tinggi dan teknologi baru sering berakhir dengan peperangan besar. Exoskeleton bertenaga super kemungkinan akan memberi beberapa kemampuan baru kepada para tentara dan tantangan lebih besar untuk mereka hadapi.

Seperti biasanya, Rusia bukanlah satu-satunya negara yang mengerjakan jenis teknologi ini. Militer Amerika Serikat juga tengah mengembangkan peralatan berteknologi tinggi dan program yang mirip dengan Rusia, dengan pakaian perang Tactical Light Operator Suit (TALOS) mereka. Bukan hal baru bahwa Rusia dan AS telah terlibat dalam perlombaan senjata dan teknologi sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Sayangnya (atau untungnya), kita belum akan melihat teknologi semacam eksoskeleton digunakan oleh tentara super dalam waktu dekat ini. Militer di negara-negara maju memang telah menggunakan banyak gadget berteknologi tinggi untuk menunjang pekerjaan mere,a namun seluruh dunia harus menunggu giliran mereka. Namun jika pakaian super ini benar-benar terwujud, semoga ia digunakan untuk memelihara perdamaian, bukan memicu Perang Dunia ketiga.

Baca Juga:  Schiaparelli Meledak Saat Menghantam Permukaan Mars