News

Uber Kini Mulai Beroperasi di Ibukota Bangladesh, Dhaka

[Gambar: newsroom.uber.com]
Pada awal tahun ini, Uber menyatakan rencananya untuk mengembangkan layanannya hingga ke Bangladesh. Untuk mewujudkan rencana tersebut, perusahaan ridesharing asal Amerika Serikat ini kabarnya telah bekerja sama dengan provider telekomunikasi terbesar di Bangladesh—Grameenphone—untuk meluncurkan layanan Uber di ibukota Bangladesh, Dhaka.

Namun, pasar Bangladesh memiliki tantangan tersendiri bagi Uber—dan bisnis online lainnya secara keseluruhan. Seperti yang dikutip dari TechCrunch, dari 130 juta ponsel yang aktif di negara tersebut, hanya 11 persen pengguna ponsel yang memiliki akses ke internet. Sepertinya, itulah yang mendorong Uber untuk bekerja sama dengan Grameenphone guna mempromosikan layanannya.

Peluncuran Uber di ibukota Bangladesh ini didukung penuh oleh pemerintahan lokal karena memang mereka sangat kekurangan sarana transportasi umum. Kehadiran Uber diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi pada negara tersebut. “Kota pintar adalah bagian terpenting [untuk mencapai] Bangladesh yang digital dan saya sangat antusias dengan kehadiran Uber di Dhaka sebagai bagian dari usaha kami untuk membangun kota pintar.” Ujar menteri junior Informasi Teknologi Zunaid Ahmed Palak.

Baca Juga:  Tantangan Startup Ridesharing di Indonesia

Layanan yang diberikan di Bangladesh tidak begitu jauh berbeda dengan negara-negara lain. Setelah memesan Uber, penumpang akan diberikan informasi mengenai jenis mobil dan plat mobil yang akan menjemput mereka. Penumpang juga dapat melihat informasi kontak dari supir Uber tersebut. Selain itu juga, penumpang dapat melacak lokasi supir Uber dan membagikan rincian perjalanan dengan teman dan kerabat. Yang membedakan hanyalah cara pembayarannya yang dilakukan secara tunai. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pengguna di Bangladesh yang masih jarang menggunakan kartu kredit atau kartu debit.

Sejauh ini, belum terdengar ada respon dari perusahaan taksi lokal mengenai kehadiran Uber sebagai saingan baru pada pasar ridehailing Bangladesh.