Home  »  News   »  
News

Uber Luncurkan Mobil Elektrik Tesla dalam Layanan UberONE

[Foto: Freestocks.org]
Bagaimana rasanya bepergian diantar dengan mobil elektrik yang tidak membutuhkan bahan bakar minyak? Mungkin rasanya sama saja dengan mobil biasa, namun mobil elektrik pastinya tak akan menambah polusi udara yang telah lama menjadi permasalahan di Ibukota. Sayangnya, di Indonesia belum ada transportasi umum berupa mobil elektrik, namun lain halnya dengan berbagai negara di Eropa atau Amerika Serikat, di mana mobil  elektrik telah menjadi salah satu opsi utama dalam upaya mengurangi pencemaran udara.

Baru-baru ini, Uber dikabarkan berhasil memperoleh persyaratan yang membuat pemerintah kota Madrid, Spanyol, mengizinkan operasi transportasi berbasis aplikasi tersebut di kotanya. Sebelumnya, Uber dan layanan taksi lainnya memang dilarang beroperasi di Madrid lantaran pemerintahnya sedang berusaha untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan asap kendaraan. Namun Uber berusaha untuk memperoleh kredensial hijau dengan menghadirkan kendaraan elektrik Tesla Model S, yang kemudian membuat pemerintah melunak.

Menurut laporan Reuters, pada hari Kamis, 22 Desember 2016, Uber telah meresmikan peluncurkan mobil elektrik pertamanya di Madrid. Menurut Managing Director Uber untuk Eropa bagian selatan Carles Lloret, perusahaannya berharap dengan beroperasinya mobil elektrik ini, citra Uber akan membaik di mata penduduk Ibukota Spanyol yang telah lama berjuang melawan polusi itu.

Baca Juga:  Peneliti Australia Manfaatkan Drone dan AI Untuk Menghitung Populasi Dugong

Dalam beberapa tahun belakanngan, pemerintah kota Madrid memang telah memberlakukan berbagai aturan untuk mengurangi pemakaian mobil dan menurunkan tingkat polusi. Beberapa di antaranya adalah membatasi kecepatan maksimum mobil di beberapa jalan di kota, dan memberlakukan denda bagi siapa saja yang tidak tinggal di Madrid, yang berkendara ke pusat kota tersebut.


Uber sendiri pernah dilarang beroperasi di Madrid pada tahun 2014, karena mereka menggunakan pengemudi amatir. Hal tersebut dianggap tidak adil bagi pengemudi transportasi umum resmi yang telah mengantongi sertifikat. Uber telah kembali diizinkan beroperasi pada Maret 2016 lalu, namun perusahaan tersebut harus menaati beberapa batasan yang ditetapkan pemerintah.

[Foto: Uber]
Untuk memesan mobil elektrik Tesla yang dikemudikan oleh pengemudi bersertifikat, pengguna Uber di Madrid harus memilih layanan premium UberONE.

Layanan UberONE bertujuan untuk memberi pengalaman premium kepada penumpang dengan biaya yang hampir sama dengan tarif taksi. Menurut beberapa pengamat, UberONE memiliki target dari kalangan pebisnis, walaupun layanan ini bisa dinikmati oleh siapa saja yang memiliki aplikasi dan akun Uber.

Baca Juga:  Layanan Uber di Hungaria Dihentikan untuk Sementara Waktu

Setiap mobil elektrik Tesla yang beroperasi di bawah UberONE dilengkapi dengan tablet Microsoft Surface Pro 4 yang bisa digunakan penumpang untuk memeriksa email, membuka media sosial, atau menelusuri Internet. Penumpang juga bisa mendengarkan musik favorit mereka di Spotify.

Menurut keterangan Lloret, Uber berharap dengan mobil-mobil elektrik Tesla ini, sikap pemerintah Madrid terhadap perusahaan bisa melunak.

“Kami ingin melakukan segala hal yang sesuai dengan keinginan mereka yang berkantor di balai kota,” katanya kepada Reuters. “Kami berharap akan mendapat lebih banyak lisensi di masa depan, mungkin untuk mobil yang lebih ramah lingkungan, sehingga bisa memberikan layanan tersebut kepada penumpang.”

Ini bukan pertama kalinya Uber memperkenalkan kendaraan elektrik. Awal tahun 2016 lalu, perusahaan tersebut telah melakukan ujicoba dengan mobil-mobil elektrik di Portugal dan London. Menurut pernyataan Uber, perusahaan tersebut ingin membantu mengatasi masalah polusi di Ibukota Inggris, namun menekankan bahwa untuk meluncurkan mobil elektrik mereka butuh banyak infrastruktur tambahan, khususnya untuk keperluan pengisian baterai.

Baca Juga:  Google Earth Versi Baru Sediakan 50 ‘Paket Tur Dunia Maya’ ke Seluruh Dunia

Uber memang terkesan memanfaatkan politik hijau untuk mengembangkan bisnisnya, tapi nampaknya penumpang tak akan banyak protes, apalagi jika mereka bisa berkendara dengan mobil Tesla.