News

Uber Rekrut Teknisi NASA Demi Kembangkan Mobil Terbang

[Ilustrasi: economist.com]
Untuk mengakali kepadatan lalu lintas di berbagai kota-kota besar di dunia, Uber kabarnya tengah mengembangkan proyek mobil terbang yang dinamakan “Uber Elevate.” Dalam proyek ini, Uber telah merekrut seorang teknisi senior NASA Mark Moore untuk mewujudkan mobil terbang komersil tersebut.

Seperti yang dikutip dari Bloomberg, alih-alih membangun sistem mobil terbang secara langsung, Moore akan memfokuskan usahanya untuk menyelesaikan masalah yang spesifik bagi pesawat VTOL (Vertical Take-Off & Landing) seperti polusi udara, efisiensi kendaraan, dan daya tahan baterai yang terbatas. Mengenai rencana ini, Moore menambahkan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Uber adalah karena ia merasa Uber memiliki rencana bisnis yang solid yang penting untuk mewujudkan layanan kendaraan terbang tersebut.


Rencana Uber untuk mengembangkan layanan mobil terbang pertama kali muncul ke permukaan pada bulan September 2016 karena sebuah pernyataan dari Chief Product Officer Uber, Jeff Holden. Dalam sebuah wawancara, Holden pernah mengungkapkan minatnya pada kendaraan VTOL dan  mengklaim bahwa layanan ini “bisa mengubah kota-kota serta cara kita bekerja dan hidup.” Holden juga menambahkan bahwa ia ingin menawarkan sebanyak mungkin pilihan untuk bepergian kepada konsumennya. Ia juga pernah menyebutkan bahwa dalam waktu satu dekade ke depan layanan drone berpenumpang akan bisa diwujudkan.

Baca Juga:  Google Safe Browsing Blokir Akses ke Situs Torrent “The Pirate Bay”

“VTOL merupakan salah satu cara untuk mewujudkannya,” kata Holden, setelah membicarakan tentang cara-cara untuk mengurangi kepadatan pada lalu lintas perkotaan. Selain bisa mengurangi kemacetan dan kepadatan pada jalan raya, taksi VTOL ini dipercaya akan lebih efisien dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Uber bukanlah satu-satunya perusahaan yang melirik VTOL untuk digunakan sebagai angkutan transportasi umum. Sebelumnya, raksasa angkutan udara Airbus juga sudah mengembangkan proyek serupa yang dinamakan Vahana Project. Google juga kabarnya telah mengucurkan dana pada dua startup yang mengembangkan teknologi ini.