Home  »  News   »  
News

Uber Rilis Filter Snapchat yang Hanya Bisa Digunakan dalam Perjalanan

[Foto: Uber]
Baru-baru ini Uber telah merancang ulang aplikasinya menjadi lebih sederhana dan ramah pengguna, dengan tujuan agar pengguna bisa lebih mudah ketika akan memesan transportasi via Uber, walaupun rancangan baru itu belum diterapkan di Indonesia. Selain itu, perusahaan ini berjanji untuk mengadakan berbagai inovasi baru, salah satunya adalah filter Snapchat dan kemampuan untuk menggunakan lokasi teman atau keluarga sebagai tujuan perjalanan pengguna.

Seperti dilaporkan VentureBeat, filter Snapchat tersebut telah aktif di beberapa negara pada hari Selasa, 21 Desember 2016 lalu. Filter tersebut hanya bisa digunakan ketika pengguna sedang dalam perjalanan. Untuk menggunakannya, pengguna akan diminta untuk membuka beberapa filter Snapchat yang baru dirilis tersebut. Jika sudah memilih, pengguna akan langsung terhubung ke Snapchat, dan diminta untuk memilih untuk membuka filter dalam waktu tertentu hingga pengguna sampai di tujuan. Dengan demikian, pengguna Uber hanya bisa menggunakan fitur filter Snapchat ketika sedang dalam perjalanan menggunakan aplikasi transportasi online tersebut.

Untuk desainnya, ada filter Uber standar yang menunjukkan perkiraan waktu tiba di tujuan, dan ada juga “mystery filter” yang seringkali hanya memperlihatkan sebuah gelas emas bertuliskan Uber.

Baca Juga:  Facebook, Microsoft, Twitter, dan YouTube Berkolaborasi Untuk Perangi Terorisme

Meski demikian, ada beberapa pengguna Uber yang mengaku tak terlalu menikmati fitur filter Snapchat ini, karena menderita “mabuk perjalanan.” Jadi ketika mereka sedang berkendara, melihat layar ponsel akan membuat pusing dan mual, sehingga melakukan selfie adalah hal terakhir yang terlintas di pikiran. Tapi bagi para Snapchat junkies, filter semacam ini tentu akan sangat menarik.

Menurut Uber, filter Snapchat adalah salah satu cara yang menyenangkan dan sesuai dengan kebiasaan generasi masa kini dalam menggunakan media sosial untuk menunjukkan bahwa mereka sedang melakukan sesuatu, seperti melakukan perjalanan dengan Uber misalnya.

Menurut pendapat beberapa pihak, Uber memang tengah berusaha untuk melekatkan diri dengan sebanyak mungkin platform untuk keperluan branding-nya, seperti yang dilakukan dalam kerjasaman dengan LINE misalnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, baru-baru ini Uber menjalin kerjasama dengan aplikasi pesan singkat LINE sehingga pengguna LINE bisa memesan Uber via chatroom LINE. Dengan adanya filter Snapchat atau pemesanan Uber via LINE, Uber memastikan logonya akan selalu terlihat di platform-platform sosial paling populer di dunia.

Baca Juga:  Peneliti UGM Berhasil Kembangkan Mikroalga Lokal Menjadi Sumber Bioenergi

Selain filter Snapchat, Uber juga menambahkan fitur “Uber to a Person” yang memungkinkan pengguna memakai lokasi teman atau kenalan sebagai tujuan perjalanan. Konsepnya cukup menarik, karena Anda bisa pergi ke tempat teman Anda berada tanpa harus memasukkan alamat atau lokasi tertentu. Menurut Uber, tujuan diadakannya fitur ini adalah untuk menciptakan “jalan pintas” yang memudahkan pelanggan menggunakan aplikasi Uber.

Untuk menggunakan lokasi teman sebagai tujuan perjalanan, aplikasi Uber akan meminta izin kepada teman Anda untuk membagi lokasi mereka dengan Uber. Namun hal ini berpotensi untuk menimbulkan pertanyaan terkait privasi, apalagi jika orang yang dijadikan tujuan perjalanan bukan pengguna Uber. Tapi jika memang mereka keberatan, maka pengguna tak bisa menggunakan fitur “Uber to a Person” tersebut.

Melalui berbagai fitur barunya, Uber jelas ingin menempatkan dirinya dalam posisi lebih dari sekedar aplikasi untuk memesan kendaraan. Uber juga ingin menjadi perantara yang menghubungkan pelanggan dengan restoran favorit mereka, menjadi bagian dari media sosial yang dipadati netizen, dan sebagainya. Kita tunggu saja apa lagi langkah Uber selanjutnya!

Baca Juga:  Suara Video Instagram Kini Otomatis Langsung Terdengar Begitu Diputar