News

UberMotor Hadir di Indonesia, Saingi Go-Jek dan GrabBike

Setelah Uber menghadirkan layanan “ojek online” pertamanya di Thailand, kini UberMotor juga hadir di Indonesia. Jika sebelumnya Uber sudah head-to-head dengan Grab di layanan angkutan mobil, dengan UberMotor maka Uber juga head-to-head dengan Go-Jek.

Dalam keterangan yang dirilis Uber pada laman situsnya, mereka mengklaim tarif mereka paling terjangkau. Berikut detail tarifnya:

  • TARIF DASAR: Rp. 1.000
  • PER KM: Rp. 1.000
  • PER MENIT: Rp. 100
  • TARIF MINIMUM: Rp. 1.000

Dan selama masa promosi hingga 11 Juli 2016, UberMotor akan memberikan perjalanan gratis senilai Rp 75.000 dengan memasukkan kode promosi “uberMOTORJKT” pada aplikasinya.

Cara menggunakan UberMotor ini tidak beda dengan Uber (mobil). Anda cukup membuka aplikasi, nanti selain pilihan uberX dan UberBLACK, di sisi paling kiri akan ada pilihan uberMotor.

Saya sendiri belum melihat pilihan UberMotor di aplikasi yang saya gunakan. Tetapi salah satu teman saya sudah bisa melihatnya. Berikut tampilannya.

Untuk pembayaran UberMotor memiliki kelebihan dibanding pesaingnya. UberMotor menyediakan opsi pembayaran tunai, kartu kredit atau debit. Seperti diketahui, Go-Jek hanya menyediakan opsi pembayaran tunai atau sistem top-up saldo. Grab memang menyediakan opsi pembayaran dengan kartu kredit, tetapi tidak berlaku untuk jasa GrabBike-nya, hanya untuk GrabCar saja.

Saat ini UberMotor belum banyak tersedia di jalanan Jakarta pastinya. Seiring waktu pasti semakin bertambah. Ini jadi kesempatan untuk pengemudi ojek yang tertarik dengan ojek berbasis aplikasi online, tetapi belum mendapatkan kesempatan bergabung dengan kedua pemain besar saat ini, GrabBike dan Go-Jek.

Motivasi untuk Go-Jek

Saya pribadi pengguna reguler Go-Jek. Banyak sekali tentunya yang bisa diperbaiki dari aplikasi Go-Jek. Tidak susah menemukan komentar-komentar pengguna yang kecewa dengan Go-Jek. Tetapi terkadang tidak adanya opsi yang lebih baik membuat pengguna terpaksa bertahan menggunakan Go-Jek. Saya salah satunya.

Dengan adanya UberMotor yang teknologi dan sistemnya lebih canggih dan lebih “tahan banting” dibanding Go-Jek, tentunya akan memaksa Go-Jek untuk lebih cepat lagi berbenah diri. Label “Karya Anak Bangsa” plus tim pengembang di India tidak cukup untuk membuat mereka terus bertahan.

Catatan: Sewaktu UberMoto hadir di Thailand, saya menduga kuat bakal ada layanan sejenis segera hadir di Indonesia. Dugaan saya waktu itu jalan masuknya adalah dengan mengakuisisi Go-Jek. Ternyata mereka memilih membangun jaringannya sendiri. Atau belum saja ya?

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID