Review

Unik! Aplikasi Kencan Ini Bantu Orang Mencari Pasangan Melalui Hal yang Dibenci

[Foto: digitaltrends.com]
Selama ini, aplikasi kencan dibuat untuk menyatukan para penggunanya melalui hal-hal yang mereka sukai. Namun, aplikasi yang satu ini justru melakukan hal sebaliknya. Sesuai namanya, aplikasi Hater menggunakan hal yang dibenci untuk membantu orang-orang mencari pasangan.

Tentu Anda sudak tidak asing dengan istilah “haters”. Haters seringkali ditemui di jejaring sosial milik publik figur. Umumnya, haters menyerang orang-orang terkenal. Lalu, bagaimana jika sesama haters saling bertemu di aplikasi kencan? Apakah tidak akan menimbulkan percekcokan?

Aplikasi ini didirikan oleh seorang bernama Brendan Alper. Awalnya, ia mencetuskan ide ini sebagai lelucon. Namun semakin ia berpikir tentang hal itu, semakin ia yakin bahwa ide ini benar-benar akan menjadi aplikasi yang menarik. Akhirnya setelah melakukan beberapa studi, ia memutuskan untuk mengubahnya menjadi kenyataan.

Menurutnya, aplikasi ini dibangun atas anggapan jika dua orang sama-sama tidak menyukai sesuatu, justru itu akan membuat keduanya lebih dekat. Sekalinya dua orang bertemu dari satu topik yang tidak disukai, keduanya bisa mulai mengobrol.

Baca Juga:  Cara Mengorganisasi Aplikasi Dengan Menggunakan Folder

“Apa yang kita benci adalah bagian penting terhadap siapa kita sebenarnya. Namun, terkadang hal itu terlupakan karena orang terlalu fokus pada kepribadian yang ditampilkan kepada publik,” papar Apler, sebagaimana dilansir dari Digital Trends.

“Kami ingin orang-orang untuk mengekspresikan diri lebih jujur. Ditambah, itu akan memudahkan Anda memulai percakapan dengan seseorang jika Anda tahu apa yang Anda benci,” tambahnya.


Aplikasi Hater mengumpulkan orang-orang yang memiliki kesamaan pada hal-hal yang tidak disukai (mutual dislike). Tak harus orang, hal tersebut bisa makanan atau minuman. Untuk penggunaannya, aplikasi ini memiliki konsep yang sama dengan Tinder, Bumble, dan Hinge, yaitu penggunanya harus men-swipe untuk memilih teman yang cocok di aplikasi.

Untuk lebih jelasnya, pengguna Hater akan diajak untuk menggeser layar kaca ponsel ke kiri, kanan, atas, dan bawah sebagai indikator dari suka, tidak suka, senang, dan tidak senang. Nantinya, profil pengguna akan terbentuk dengan sendirinya berdasarkan opini mereka dan akan menghubungkan dengan orang-orang yang juga memiliki opini yang sama.

Baca Juga:  Tidak Hanya Manusia, Kini Orangutan Pun Cari Jodoh Lewat Tinder

Selain itu, aplikasi Hater juga dibekali sebuah fitur automatic icebreakers, yang memiliki fungsi agar antarpengguna yang saling cocok bisa langsung membuka percakapan tanpa harus merasa kaku.

Haters tidak selalu berarti orang yang sering berujar kebencian yang memiliki fanatisme tertentu terhadap suatu kalangan. Tim kami berupaya untuk menghadirkan topik yang tidak melewati batas. Kami punya kebijakan yang ketat,” jelas Alper. Ia menambahkan, berkencan seharusnya menjadi suatu hal yang menyenangkan.

Jika Anda merasa membenci sesuatu dan ingin mempromosikan diri melalui hal tersebut, maka Hater bisa jadi solusinya. Karena Hater akan membantu Anda menemukan orang yang juga membenci sesuatu yang Anda benci.

Anda bisa mengekspresikan pendapat tentang berbagai topik, mulai dari Donald Trump, berkemah, atau membayar ekstra untuk mendapatkan saus tomat. Jika Anda masih bertanya-tanya tentang hal apa yang paling tidak Anda sukai, tentu Anda tidak akan kehabisan topik. Karena pengembang telah menyediakan lebih dari 2.000 topik, dan berencana untuk menambahkan topik lainnya.

Baca Juga:  Inilah Bedah Replantasi yang Sukses Dilakukan Pertama Kali di Dunia

Saat ini, aplikasi yang telah diuji sejak Desember 2016 ini baru tersedia di iOS versi beta pada 8 Februari. Namun, akan segera hadir dalam waktu dekat di perangkat Android. Hater disebut-sebut memiliki keunikan dibandingkan aplikasi dating yang sudah ada sebelumnya, seperti Tinder atau Match.com.

Nah, apakah Anda tertarik mencobanya?