News

Upaya Australia dan Spanyol Blokir Situs-Situs Penyedia Konten Bajakan

[Ilustrasi: hqtips.com]

Malcolm Turnbull, Menteri Komunikasi Australia, pada 26 Maret lalu memperkenalkan Rancangan Undang-Undang Pelanggaran Hak Cipta (Copyright Amendment (Online Infringement) Bill 2015)). Jika RUU ini sah menjadi UU maka pemilik hak cipta bisa mengajukan ke pengadilan federal untuk memaksa ISP menutup akses ke situs pelanggar hak cipta tersebut.

Disebutkan oleh Turnbull, hal ini berlaku untuk situs yang di-host di luar Australia. Untuk situs yang di-host di dalam Australia, mereka sudah memiliki cara penanganan tersendiri.

Kategori situs yang bisa dilaporkan adalah situs yang memang tujuan utamanya adalah melanggar, atau memfasilitasi pelanggaran terhadap hak cipta.

Walaupun mendapatkan banyak kritik, ada juga lembaga yang mendukung RUU ini. Communications Alliance adalah salah satunya. Lembaga industri telekomunikasi ini percaya bahwa dengan RUU ini akan mampu menekan jumlah pelanggaran hak cipta.

Spanyol

Hampir sama dengan Australia. Madrid’s Central Administrative Litigation Court No. 5 memutuskan untuk memblokir situs ThePiratebay.  ISP Spanyol diberikan waktu 72 jam untuk memblokir situs ini.

ThePiratebay adalah situs penyedia link torrent dan magnet. Kebanyakan isi dari torrent dan magnet itu adalah konten-konten bajakan.

Namun keputusan untuk memblokir ini pun ternyata membutuhkan proses yang panjang. Association of Intellectual Rights Management (AGEDI) – yang mewakili 90% industri rekaman di Spanyol – sudah memproses ini sejak 2,5 tahun yang lalu.

Ini adalah situs pertama yang diblokir atas dasar Sinde Law. Sinde Law (Ley Sinde) adalah hukum di Spanyol yang mengatur tentang pelanggaran hak cipta di internet.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID