News

Update Google Translate yang Terbaru Hadirkan 3 Fitur Baru

[Foto: Huffpost.com]
[Foto: Huffpost.com]
Menerjemahkan teks di smartphone kini akan semakin lebih mudah dengan tiga fitur baru dari Google Translate. Pembaharuan yang merupakan hasil riset tim Google pada ribuan pengguna di India, Indonesia, Brazil, dan Thailand ini membuahkan tiga fitur baru: Tap to Translate, Offline Mode for iOS, dan Word Lense in Chinese.

[Gif: Blog Google]
[Gif: Blog Google]
Pengguna perangkat Android kini bisa menikmati fitur yang bernama Tap to Translate. Dengan fitur ini, Anda bisa menerjemahkan teks hanya dengan menyorot (highlight) teks yang ingin diterjemahkan. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot mengcopypaste teks ke aplikasi Google Translate.

Menurut postingan blog Google, fitur ini bisa digunakan di aplikasi apapun yang memiliki opsi untuk menyorot teks. Ketika Anda menyorot sebuah teks, maka ikon Google Translate akan muncul di atas bagian atas layar. Untuk menerjemahkan teks berbahasa asing ke bahasa Indonesia, Anda tinggal menekan ikon tersebut dan tidak perlu membuka aplikasi lain. Sebenarnya pada bulan Oktober lalu, fitur semacam Tap to Translate ini sudah ada. Namun, fitur tersebut baru tersedia di aplikasi WhatsApp dan TripAdvisor.

[Gambar: Blog Google]
[Gambar: Blog Google]
Google Translate juga kini menghadirkan fitur Offline Mode bagi pengguna iOS (pengguna Android sudah lebih awal mendapatkan fitur ini). Dengan fitur offline ini, Anda bisa menerjemahkan 52 bahasa meskipun Anda tidak sedang terhubung dengan internet.

Dalam pernyataannya, Google juga mengakui bahwa data offline yang sebelumnya mereka berikan terlampau besar ukurannya. Oleh karena itu, kini mereka memutuskan untuk menekan ukuran data offline sebesar 90 persen hingga sekarang ukurannya hanya sebesar 25 MB untuk setiap bahasa.

[Gif: Blog Google]
[Gif: Blog Google]
Aplikasi ini juga menambahkan bahasa Mandarin ke dalam Word Lens app, yang memungkinkan Anda untuk memfoto sebuah teks berbahasa asing dan langsung melihat terjemahannya di atas foto teks tersebut. Saya sendiri sudah pernah mencoba menggunakan fitur ini dan hasilnya cukup akurat—meskipun seringkali hasilnya tidak konsisten. Biasanya, keakuratan menurun jika teks yang mau kita terjemahkan bentuknya tidak standar. Contohnya, jika kita mengambil foto kaligrafi dengan goresannya yang cenderung rumit. Tapi, kita lihat saja apakah ke depannya Google bisa mengatasi kelemahannya ini.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID