News

Versi Online LibreOffice akan Segera Tersedia, Menyaingi Office365 dan Google Docs

The Document Foundation pada 25 Maret 2015 mengumumkan bahwa LibreOffice akan tersedia dalam versi online. Ini akan menjadi alternatif yang sangat baik dari pilihan yang populer saat ini: Microsoft Office 365, Google Docs, dan Zoho Office. Kelebihan LibreOffice tentu dari segi biaya. Mengingat LibreOffice berlisensi GNU/LGPL, maka aplikasi ini tersedia secara gratis.

Versi online software turunan OpenOffice ini akan diberi nama LibreOffice Online (LOOL). Pengembangannya akan dilakukan oleh Collabora dan IceWarp. Collabora adalah perusahaan penyedia layanan enterprise bagi LibreOffice. Sedangkan IceWarp adalah perusahaan pembuat business mail server dan collaboration platform.

Dari cuitan akun Twitter IceWarp, disebutkan bahwa LibreOffice Online ini akan segera tersedia pada akhir tahun 2015 ini. Namun tidak disebutkan kapan tanggal pastinya.

Karena LOOL tersedia secara online, tentunya ada pertanyaan dimana nantinya server LOOL ini akan di-host. Collabora menyatakan bahwa LOOL ini akan di-host di server The Document Foundation.

LibreOfficeKit akan digunakan sebagai komponen dalam LOOL server. Komponen ini dikembangkan dengan bahasa program C++. Di sisi client syarat yang dibutuhkan agar bisa menjalankan LOOL ini adalah browsernya mendukung HTML 5 dan JavaScript.

Walaupun IceWarp, Collabora dan The Documentation Foundation ini bagus, namun persaingan mereka dengan Microsoft, Google, maupun Zoho tentu akan berat. Sebagian besar perusahaan-perusahaan besar sudah menggunakan Microsoft Office 365. Pertimbangannya karena integrasi yang akan lebih mudah karena sebagian besar perusahaan ini juga menggunakan Microsoft Windows.

PR besar Collabora dan IceWarp nantinya adalah bukan soal apakah aplikasi ini gratis, dapat diandalkan, atau lebih bagus performanya. PR nya lebih besar ke integrasi ke platform yang sudah digunakan oleh calon-calon klien mereka saat ini.

Catatan:

LibreOffice adalah perangkat office Suite open source, atau lebih tepatnya free software dengan lisensi GNU LGPLv3. LibreOffice sendiri merupakan turunan dari OpenOffice. Sebagian besar komunitas pengembang OpenOffice memutuskan untuk membuat LibreOffice setelah Sun Microsystem dibeli Oracle. OpenOffice sebelumnya dikembangkan dan didukung oleh perusahaan Sun Microsystem.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID