News

Waspada! Kini Ransomware Semakin Gencar Menyerang Android

[Foto: Mashable.com]
PC World melaporkan bahwa akhir-akhir ini kasus infeksi ransomware di kalangan pangguna perangkat mobile semakin melonjak.

Ransomware sendiri merupakan sebuah malware yang biasanya menginfeksi PC lalu ‘menyandera’ data-data yang ada pada PC korbannya dan meminta uang tebusan untuk membuat PC nya kembali normal. Pelaku juga mengancam akan menghapus seluruh data pada perangkat yang terinfeksi jika korban telat atau tidak membayar tebusan. Sejauh ini, yang sering menjadi korban biasanya adalah pihak rumah sakit, sekolah, atau kepolisian. Namun, nampaknya kini para peretas tersebut mulai menarget para pengguna smartphone.

Menurut laporan dari perusahaan keamanan digital Kaspersky Lab, kasus infeksi Ransomware pada perangkat mobile kini mengalami peningkatan sebanyak hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Menurut keterangan Kaspersky, antara April 2015 dan Maret tahun ini, 136.532 pengguna perangkat Android terancam oleh ransomware versi mobile. Jumlah tersebut naik dari angka 35.413 pada tahun sebelumnya.

Kaspersky juga menambahkan bahwa ransomware yang sering terdeteksi pada ponsel adalah Fusob. Ransomware yang satu ini bertanggung jawab atas 56 persen serangan ransomware sepanjang tahunnya yang menargetkan pengguna Android. Biasanya, korban tanpa sadar mengunduh ransomware tersebut ketika tengah mengunjungi situs-situs porno.

Fusob menyamar sebagai multimedia player, yang disebut xxxPlayer, yang telah dirancang untuk menonton video porno. Setelah diunduh, Fusob dapat memblokir semua akses pengguna pada perangkatnya. Korban lalu diperintahkan untuk membayar antara $100-$200 (setara Rp 1,3 juta-Rp 2,6 juta) gift card iTunes untuk bisa kembali mengakses perangkatnya.

[Gambar: Screenshoot ancaman Jigsaw | arstechnica.com]
Dalam sebuah kasus, sebuah ransomware bernama Jigsaw bahkan melakukan trik yang lebih licik pada korbannya. Selain mengancam akan menghapus seluruh data korban, dia juga mengancam akan mengirimkan semua data (data login, email, password, riwayat Skype, dll.) Anda pada seluruh kontak Anda.

Ancaman ini terbukti sangat efektif karena para pengguna lebih terdorong untuk membayar uang tebusan karena mereka tidak mau data-data rahasia mereka disebarkan pada publik. Bahkan, baru-baru ini Jigsaw menambahkan layanan live support atau layanan bantuan untuk memandu para korban yang tidak tahu caranya mendapatkan bitcoin yang diperlukan untuk membayar tebusan.

Untuk menghindari ransomware, Kaspersky menyarankan kepada para pengguna untuk secara teratur memperbarui software keamanan mereka dan membackup semua file penting. Pengguna juga harus waspada ketika mengunduh apapun dari sumber yang tidak terpercaya. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk membeli software keamanan yang kuat guna menjaga perangkat mereka dari ancaman seperti ini.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID